Ban Bridgestone “ Jembatan Batu yang Melaju Jaman”
Oleh:
Dwi Meilvi Nasvita
Sejarah
Ban adalah peranti yang
menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat,
digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan
jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan
antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah
pergerakan.
Shojiro Ishibashi,
lelaki asal Jepang, yang lahir di kota Kurume, Fukuoka telah mendirikan sebuah
perusahaan mendirikan sebuah perusahaan konglomerasi karet Jepang pada tahun
1931. Ishibasi sendiri adalah nama dalam bahasa Jepang yang berarti “jembatan
batu”.
Shojiro Ishibasi
memiliki visi sejak remaja, ia bermimpi memasok industri otomotif Jepang dengan
ban yang dikembangkan dan diproduksi dengan modal dan tenaga ahli dari Jepang
sendiri. Awalnya ia memilih nama Stonebridge, terjemahan
langsung dari nama Ishibashi. Namun, ia akhirnya memutuskan atas nama
Bridgestone, membalik urutan untuk menghasilkan nama yang Ishibashi harapkan
akan lebih familiar bagi masyarakat di seluruh dunia.
Persaingan
Bridgestone dengan perusahaan-perusahaan sejenis di manca negara sangatlah
ketat. Apalagi jika digandengkan dengan Michelin, perusahaan ban yang bermarkas
di Perancis yang sudah terkenal nomor satu di dunia. Saat ini Michelin memimpin
posisi utama. Namun, Bridgestone selalu menjadi pesaing terberatnya dan
menduduki posisi kedua. Sementara di Jepang sendiri, perusahaan ini produsen
ban terbesar di Jepang, pemasok utama ban untuktim Formula Satu. Sesuai dengan mimpi sang pendiri “Ishibashi”
untuk kesuksesan Bridgestone bukan semudah membalik telapak tangan, perusahaan
ini besar dan mendunia dengan kerja keras dan komitmen visi dan misinya.
Visi
dan Misi
Visi:
Menjadi perusahaan ban nomor satu di dunia.
Misi:
Menyumbang Masyarakat dengan Mutu Tertinggi.
Untuk memenuhi misi ini, Grup Bridgestone telah
menggunakan konsep "dasar" untuk menunjukkan komitmen yang berkesinambungan
dari karyawan untuk memberikan kepada pelanggan produk dan jasa untuk melayani
masyarakat di mana Bridgestone melakukan bisnis. "Esensi Bridgestone"
terdiri dari kata-kata, budaya perusahaan yang terintegrasi dan keragaman kita
bahwa perusahaan saat ini telah mewarisi dan rasa berbagi nilai-nilai yang
dapat dianut oleh karyawan Bridgestone di seluruh dunia.
Perusahaan ini memili esensi atau nilai-nilai kinerja
yang menitik beratkan pada beberapa hal:
Ø Menyumbang
Masyarakat dengan Mutu Tertingg.
Ø Seijitsu-Kyocho
(Integritas dan Kerjasama)
Ø Shinshu-Dokusho
(Pelopor Kreativitas)
Ø Genbutsu-Genba
(Peninjauan Lapangan)
Ø Jukuryo
Danko (Kematangan Tindakan)
Kebijakan
Dasar Perusahaan
- Perusahaan ini mengetahui dengan cepat setiap gejala perubahan tentang produk yang dibutuhkan di pasar dengan mengecek segera ke lapangan.
- Perusahaan mengembangkan teknologi baru sesuai dengan permintaan pasar.
- Perusahaan memenuhi kebutuhan pasar dengan menyuplai produk dengan tepat waktu.
- Perusahaan membentuk sistem pengontrolan mutu produk guna menjaga agar mutunya tetap tinggi sebagai jaminan kepuasan pelanggan.
- Perusahaan membentuk program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan.
Produk
Passenger
Tires
: Ban Penumpang yang didesain sebaik mungkin dengan kualitas yang baik dan
jenis yang beragam sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.
Commercial
Tires
: Ban ini di desain untuk beroperasi
pada jalan aspal, sesuai untuk truk dan bis.
Telapak ban yang tebal dan lebar memungkinkan umur pemakaian yang panjang.
Telapak ban yang tebal dan lebar memungkinkan umur pemakaian yang panjang.
Industrial
Tires
: Ban dengan alur telapak yang tebal, kuat terhadap tusukan atau terpotong.
Didisain untuk digunakan di kendaraan Fork Lift dan Tractor
Agricultural
Tires
: Ban Yang dirancang khusus untuk ban poros depan pada traktor pertanian dengan
penggerak 4 roda (4WD). Bertraksi kuat serta mampu membuang tanah dengan
sendirinya.
Strategi
Strategi
yang digunakan Bridgestone adalah penerapan ABA (Advance Benchmark Activity),
dimana strategi ini memang diciptakan dan digunakan pertama kalinya oleh
perusahaan ini. Strategi tersebut merupakan metode sistematis yang mengunakan
pengumpulan data dan analisis kualitatif untuk menentukan sumber-sumber variasi
dan cara untuk menghilangkannya.
Proses
benchmarking di dalam bisnis harus didasarkan pada konsep 5W2H yang
dikembangkan oleh Alan Robinson. Konsep ini ditujukan untuk menjawab 7
pertanyaan seperti pada tabel 2. Lima pertanyaan ini diawali dengan huruf w,
yaitu who, what, when, where dan why) dan sisa kedua pertanyaan diawali dengan huruf h, yaitu how dan how much. Konsep 5W2H merupakan langkah awal yang baik karena
memfokuskan para partisipan dalam proses benchmarking agar menjadi “mur dan
baut” atau pengintegrasi utama dalam pelaksanaannya.
Benchmarking
tidak bermula langsung sebagai benchmarking, namun bermula pada sebuah
kebutuhan informasi dan sebuah keinginan untuk mempelajari dengan cepat
bagaimana cara mengkoreksi atau mencari solusi dari permasalahan yang ada dalam
bisnis.
Sepuluh
benchmarks untuk keberhasilan
kualitas (quality success), adalah :
1. Kualitas
adalah suatu company-wide process.
2. Kualitas
adalah apa yang dikatakan oleh pelanggan.
3. Kualitas
dan biaya adalah suatu penjumlahan, bukan suatu perbedaan.
4. Kualitas
membutuhkan antusiasme bersama individu dan tim kerja.
5. Kualitas
adalah suatu way of management.
6. Kualitas
dan inovasi saling tergantung secara mutual (timbal balik).
7. Kualitas
adalah suatu etika.
8. Kualitas
membutuhkan perbaikan terus menerus (continous
improvement).
9. Kualitas
adalah paling efektif, least capital
intencive route to produktivity.
10. Kualitas
diimplementasikan dengan suatu sistem total yang dikaitkan dengan pelanggan (custumers) dan pemasok (suppliers).
Tanggung Jawab sebagai Perusahaan Global Terkemuka
Bridgestone lebih dari sekedar perusahaan. Perusahaan
ini adalah bagian dari masyarakat, dan yakin memiliki peranan penting dalam
meningkatkan kehidupan setiap orang. Apakah menjalankan bisnis dengan tanggung
jawab lingkungan dan kehidupan sosial atau mengembangkan teknologi baru dalam
meningkatkan keamanan berkendara, Bridgestone selalu bekerja untuk membawa masa
depan yang lebih baik bagi setiap orang.
Upaya-upaya untuk meningkatkan mutu produk dilakukan melalui penelitian dan pengembangan secara kontinyu. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di Pusat Penelitian & Pengembangan Teknologi di Tokyo. Dari tempat inilah dilahirkan konsep-konsep produk sesuai dengan permintaan dari pabrik-pabrik di manca negara. Pengawasan mutu yang sangat ketat dikembangkan melalui konsep ISO/TS - 16949, sehingga hanya produk yang berkualitas saja yang disajikan kepada konsumen. Untuk meningkatkan kualitas produknya, membuat proving ground atau sirkuit mini tes uji coba ban telah menjadi bagian dalam proses menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan.
Begitulah perkebangan perusahaan ini semakin
melaju untuk menuju perusahaan ban nomor
satu di dunia dan mengalahkan pesaing-pesaingnya. Seperti cita-cita pendirinya Shojiro
Ishibashi, Bridgestone yang berati jembatan batu, telah
melaju membesarkan mimpinya menjadi nyata melaju jaman.