Jumat, 21 Juni 2013

BRIDGESTONE


Ban Bridgestone “ Jembatan Batu yang Melaju Jaman”
Oleh: Dwi Meilvi Nasvita



Sejarah
Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan.
Shojiro Ishibashi, lelaki asal Jepang, yang lahir di kota Kurume, Fukuoka telah mendirikan sebuah perusahaan mendirikan sebuah perusahaan konglomerasi karet Jepang pada tahun 1931. Ishibasi sendiri adalah nama dalam bahasa Jepang yang berarti “jembatan batu”.
Shojiro Ishibasi memiliki visi sejak remaja, ia bermimpi memasok industri otomotif Jepang dengan ban yang dikembangkan dan diproduksi dengan modal dan tenaga ahli dari Jepang sendiri. Awalnya ia memilih nama Stonebridge, terjemahan langsung dari nama Ishibashi. Namun, ia akhirnya memutuskan atas nama Bridgestone, membalik urutan untuk menghasilkan nama yang Ishibashi harapkan akan lebih familiar bagi masyarakat di seluruh dunia.
Persaingan Bridgestone dengan perusahaan-perusahaan sejenis di manca negara sangatlah ketat. Apalagi jika digandengkan dengan Michelin, perusahaan ban yang bermarkas di Perancis yang sudah terkenal nomor satu di dunia. Saat ini Michelin memimpin posisi utama. Namun, Bridgestone selalu menjadi pesaing terberatnya dan menduduki posisi kedua. Sementara di Jepang sendiri, perusahaan ini produsen ban terbesar di Jepang, pemasok utama ban untuktim Formula Satu.  Sesuai dengan mimpi sang pendiri “Ishibashi” untuk kesuksesan Bridgestone bukan semudah membalik telapak tangan, perusahaan ini besar dan mendunia dengan kerja keras dan komitmen visi dan misinya.


Visi dan Misi
Visi: Menjadi perusahaan ban nomor satu di dunia.
Misi: Menyumbang Masyarakat dengan Mutu Tertinggi.
Untuk memenuhi misi ini, Grup Bridgestone telah menggunakan konsep "dasar" untuk menunjukkan komitmen yang berkesinambungan dari karyawan untuk memberikan kepada pelanggan produk dan jasa untuk melayani masyarakat di mana Bridgestone melakukan bisnis. "Esensi Bridgestone" terdiri dari kata-kata, budaya perusahaan yang terintegrasi dan keragaman kita bahwa perusahaan saat ini telah mewarisi dan rasa berbagi nilai-nilai yang dapat dianut oleh karyawan Bridgestone di seluruh dunia.
Perusahaan ini memili esensi atau nilai-nilai kinerja yang menitik beratkan pada beberapa hal:
Ø  Menyumbang Masyarakat dengan Mutu Tertingg.
Ø  Seijitsu-Kyocho (Integritas dan Kerjasama)
Ø  Shinshu-Dokusho (Pelopor Kreativitas)
Ø  Genbutsu-Genba (Peninjauan Lapangan)
Ø  Jukuryo Danko (Kematangan Tindakan)

Kebijakan Dasar Perusahaan
  • Perusahaan ini mengetahui dengan cepat setiap gejala perubahan tentang produk   yang dibutuhkan di pasar dengan mengecek segera ke lapangan.
  • Perusahaan mengembangkan teknologi baru sesuai dengan permintaan pasar.
  • Perusahaan memenuhi kebutuhan pasar dengan menyuplai produk dengan tepat waktu.
  • Perusahaan membentuk sistem pengontrolan mutu produk guna menjaga agar mutunya tetap tinggi sebagai jaminan kepuasan pelanggan.
  • Perusahaan membentuk program pendidikan dan pelatihan bagi karyawan.
Produk
Passenger Tires : Ban Penumpang yang didesain sebaik mungkin dengan kualitas yang baik dan jenis yang beragam sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.
Commercial Tires : Ban ini di desain untuk beroperasi pada jalan aspal, sesuai untuk truk dan bis.

Telapak ban yang tebal dan lebar memungkinkan umur pemakaian yang panjang.
Industrial Tires : Ban dengan alur telapak yang tebal, kuat terhadap tusukan atau terpotong. Didisain untuk digunakan di kendaraan Fork Lift dan Tractor
Agricultural Tires : Ban Yang dirancang khusus untuk ban poros depan pada traktor pertanian dengan penggerak 4 roda (4WD). Bertraksi kuat serta mampu membuang tanah dengan sendirinya.
http://www.bridgestone.co.id/images/slideshow_arrow_right.pngOff the Road Bias Tires : Ban yang dirancang khusus untuk Grader dengan kelas telapak traksi (G-2). Bentuk lug yang unik menghasilkan daya dorong yang kuat,  baik di tanah liat maupun lumpur serta mampu membersihkan kotoran yang terjebak di dalam alur ban.

Strategi
Strategi yang digunakan Bridgestone adalah penerapan ABA (Advance Benchmark Activity), dimana strategi ini memang diciptakan dan digunakan pertama kalinya oleh perusahaan ini. Strategi tersebut merupakan metode sistematis yang mengunakan pengumpulan data dan analisis kualitatif untuk menentukan sumber-sumber variasi dan cara untuk menghilangkannya.
Proses benchmarking di dalam bisnis harus didasarkan pada konsep 5W2H yang dikembangkan oleh Alan Robinson. Konsep ini ditujukan untuk menjawab 7 pertanyaan seperti pada tabel 2. Lima pertanyaan ini diawali dengan huruf w, yaitu who, what, when, where dan why) dan sisa kedua pertanyaan diawali dengan huruf h, yaitu how dan how much. Konsep 5W2H merupakan langkah awal yang baik karena memfokuskan para partisipan dalam proses benchmarking agar menjadi “mur dan baut” atau pengintegrasi utama dalam pelaksanaannya.
Benchmarking tidak bermula langsung sebagai benchmarking, namun bermula pada sebuah kebutuhan informasi dan sebuah keinginan untuk mempelajari dengan cepat bagaimana cara mengkoreksi atau mencari solusi dari permasalahan yang ada dalam bisnis.
Sepuluh benchmarks untuk keberhasilan kualitas (quality success), adalah :
1.      Kualitas adalah suatu company-wide process.
2.      Kualitas adalah apa yang dikatakan oleh pelanggan.
3.      Kualitas dan biaya adalah suatu penjumlahan, bukan suatu perbedaan.
4.      Kualitas membutuhkan antusiasme bersama individu dan tim kerja.
5.      Kualitas adalah suatu way of management.
6.      Kualitas dan inovasi saling tergantung secara mutual (timbal balik).
7.      Kualitas adalah suatu etika.
8.      Kualitas membutuhkan perbaikan terus menerus (continous improvement).
9.      Kualitas adalah paling efektif, least capital intencive route to produktivity.
10.  Kualitas diimplementasikan dengan suatu sistem total yang dikaitkan dengan pelanggan (custumers) dan pemasok (suppliers).

Tanggung Jawab sebagai Perusahaan Global Terkemuka
Bridgestone lebih dari sekedar perusahaan. Perusahaan ini adalah bagian dari masyarakat, dan yakin memiliki peranan penting dalam meningkatkan kehidupan setiap orang. Apakah menjalankan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan dan kehidupan sosial atau mengembangkan teknologi baru dalam meningkatkan keamanan berkendara, Bridgestone selalu bekerja untuk membawa masa depan yang lebih baik bagi setiap orang.
http://www.bridgestone.co.id/images/slideshow_arrow_right.pngCSR




Peningkatan dan Pengawasan

Upaya-upaya untuk meningkatkan mutu produk dilakukan melalui penelitian dan pengembangan secara kontinyu. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di Pusat Penelitian & Pengembangan Teknologi di Tokyo. Dari tempat inilah dilahirkan konsep-konsep produk sesuai dengan permintaan dari pabrik-pabrik di manca negara. Pengawasan mutu yang sangat ketat dikembangkan melalui konsep ISO/TS - 16949, sehingga hanya produk yang berkualitas saja yang disajikan kepada konsumen. Untuk meningkatkan kualitas produknya, membuat proving ground atau sirkuit mini tes uji coba ban telah menjadi bagian dalam proses menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan.
Begitulah perkebangan perusahaan ini semakin melaju untuk menuju perusahaan ban  nomor satu di dunia dan mengalahkan pesaing-pesaingnya. Seperti cita-cita pendirinya Shojiro Ishibashi, Bridgestone yang berati jembatan batu, telah melaju membesarkan mimpinya menjadi nyata melaju jaman.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar