“STRATEGI DIBALIK SUKSESNYA BMW”
Jerman, sebuah negara
dimana lahirnya perusahaan - perusahaan manufaktur otomotif terkemuka yang
memproduksi kendaraan roda dua dan roda empat.
Perusahaan yang satu ini awalnya dibatasi hanya memproduksi mesin
pesawat sesuai dengan perjanjian Versailes yang dikenakan oleh dunia
internasional terhadap Jerman. Pada tahun 1923 setelah perjanjian Versailles
dicabut, perusahaan ini memproduksi produk otomotif, dimana diikuti oleh produk
kendaraan roda empat pada tahun 1928.
Bayerische Motoren Werke AG (BMW) yang dalam bahasa Inggris Bavarian Motor Works, sebuah perusahaan yang dikenal dengan segmentasi produk yang identik dengan kemewahan serta fasilitas canggihnya. Perusahaan ini juga merupakan perusahaan yang memproduksi merek dagang MINI, dan merupakan perusahaan induk dari Rolls-Royce Motor.
Sedangkan
di Indonesia sendiri BMW pertama kali menginjakkan kakinya pada tahun 1976.
Pada masa pertama kali tersebut BMW datang dengan menggandeng mitra lokalnya
yaitu PT Tjahya Sakti Motor yang juga merupakan rekanan atau anak perusahaan
dari PT Astra International Tbk. Sektor bisnis yang mereka jalankan adalah
menyediakan serta melakukan saluran pendistribusian produk otomotif roda 4 dari
BMW secara Completely Built Up (CBU) atau Completely Knocked Down (CKD).
Kemasan mewah, moderen, canggih melekat pada merek BMW baik produk, kantor
pusat, pelayanan dan lain sebagainya.
Vision BMW
a) Memperkuat citra merek BMW (Strong BMW Brand Image).b) Perusahaan terbaik untuk mengembangkan karir (Best Company To Work For).
c) Profitabilitas (Profitabillity).
Mission
BMW
a) Kepuasan pelanggan
(Customer Satisfaction).
b) Pengenalan produk baru
(New Models Introduction).
c) Jaringan dealer yang kuat
(Strong Dealership Network).
Dari visi yang ingin
dicapai dari perusahaan ini diwujudkan menjadi kenyataan dengan kesuksesan misi
yang mereka lakukan. BMW mampu bertahan hingga kini dengan fokus strategi yang
mereka tetapkan tanpa kompromi sejak awal berdiri dengan berfokus pada kelas
premium, Grup mobil dan sepeda motor BMW menginspirasi banyak orang diseluruh
dunia. Perusahaan otomotif BMW berfokus pada konsumen
berpenghasilan menengah ke atas dengan harga jual lebih mahal
dibandingkan dengan rata-rata harga mobil Jepang.
Perusahaan besar ini
menggunakan strategi diferensiasi untuk mencapai visi dan misinya. Strategi diferensiasi mendorong perusahaan atau
unit bisnis menciptakan atau menghasilkan produk atau jasa yang unik dan
bernilai, yang memungkinkan perusahaan dapat menjual pada harga premium.
Perusahaan ini melakukan diferensiasi dengan tujuan terutama untuk memperoleh keunikan
dibandingkan dengan para pesaingnya dan dinilai penting oleh pembelinya.
Diferensiasi tumbuh dari rantai nilai perusahaan BMW, dimana setiap rantai
aktivitas perusahaan ini merupakan sumber potensial bagi keunikan yang dapat
ditawarkan dan menarik para pembeli. Kualitas bahan baku atau proses
teknologi menjadi sumber diferensiasi
yang membedakan secara signifikan dengan produk kompetitornya seperti Mercedes
Benz, Audi, dan Toyota. BMW melakukan diferensiasi dengan memproduksi dan
memasarkan beberapa seri BWM dan juga sepeda motor.
Kendaraan BMW dinamai
dengan sistem penamaan tertentu, biasanya 3 digit angka yang diikuti oleh 1
atau 2 huruf. Angka pertama adalah nomor seri mobil, 2 angka berikutnya
biasanya melambangkan besarnya kapasitas
mesin dalam cc yang dibagi 100. Meski begitu, mobil BMW
yang keluar belakangan ini menggunakan 2 nomor belakang sebagai indeks
performa, misalnya seri 116i, 118i dan 120i (semua mobil ini memakai mesin
bensin 2.0L), seperti 325d dan 330d (keduanya bermesin 3.0L diesel) yang
menggunakan blok mesin sama tapi keluaran tenaganya berbeda karena adanya setup
dan turbocharger.
BMW berhasil dengan
strategi diferensiasi karena produk mereka tidak mudah ditiru oleh pesaing. Meskipun kompertitor-kompetitor perusahaan BMW ini
bukan hanya terdapat di dalam negeri saja, bahkan ada yang dari luar negeri.
Namun BMW masih mampu mempertahankan kuantitas dan kualitas produknya. Beberapa
yang tampil sebagai pesaing BMW seperti Mercedes Benz (Jerman), Audi (Jerman)
dan Toyota (Jepang).
Dari Riset dan
Pengembangan Produk yang dilakukan BMW, dibuktikan dengan langkah – langkah
nyata dari kinerja BMW sebagai berikut ini :
a) Melakukan
perbandingan keadaan riil dengan standar yang diharapkan.
b) Melakukan
perbandingan hasil produksi dengan income atau profit perusahaan pada tahun
lalu dengan tahun sekarang.
c) Melakukan
perbandingan dengan melakukan Benchmarking dengan perusahaan saingan atau
kompetitor (Mercedes Benz, Audi, dan lain – lain).
Untuk mengoptimalkan potensi karyawan, BMW
biasanya menyatukan para desainer, insinyur, dan ahli pemasaran untuk bekerja
secara intensif dalan sebuah proyek. Rolls-Royce Phantom desain terbaru,
misalnya, diberi julukan “The Bank†karena 10 anggota perancangnya
menghabiskan waktu di sebuah bangunan bank kuno di Marble Arch di London, yang
setiap harinya dilewati banyak mobil Rolls-Royce.
Beberapa hal yang diperhatikan BMW dari Riset dan
Pengembangan Produknya adalah:
Teknologi
Sejak
perusahaan ini didirikan,
inovasi
adalah hal yang paling utama di antara
faktor keberhasilan
BMW Group.
Pada bagian Research and Development, perusahaan ini menitik beratkan akan
proyek untuk pengembangan berkelanjutan tentag
bagaimana pemasaran produk yang dilakukan dapat dikenal banyak orang
dengan teknologi canggih dan inovatif.
Inovasi
teknologi yang dilakukan perusahaan ini terlihat dari strategi energi
jangka panjang
dari BMW Group
. BMW Group mengumpulkan seperangkat langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi
energi dan emisi CO2 dari semua seri BMW mobil dan di semua segmen kendaraan. Strategi energi dari
BMW Group dikenal sebagai "Efficient
Dynamics.". BMW dilengkapi oleh perangkat keselamatan aktif dan
pasif berikut perangkat keamanan kendaraan dari tangan – tangan jahil. Ini
merupakan perhatian yang sangat khusus harus diperhatikan oleh BMW dalam
memproduksi produk otomotif unggulan.
Kualitas
produk
BMW memproduksi produknya di 25 lokasi di lebih dari 13 negara di lima
benua. Produksi MINI dan Rolls-Royce produksi di Inggris. Sepeda motor BMW
diproduksi di Berlin. Standar yang sama dengan kualitas yang konsisten,
keamanan, dan proses di semua lokasi menjamin produk premium di seluruh dunia
yang dibuat oleh BMW Group. Perusahan ini sangat hati-hati menggunakan sumber
daya, hal ini merupakan prinsip di balik semua perencanaan produksi dan
merupakan bagian integral dari keseluruhan proses produksi.
Produk mereka harus tetap diproduksi dengan bahan
– bahan handal atau Good Raw Materials. Bagaimana BMW harus mampu tetap
mempertahankan kualitas produknya. Sebagai contoh adalah bau khas kabin BMW
yang kadang dilengkapi dengan dashboard dan interior dengan motif kayu (Wood
Panels). Serta warna hitam Sporty yang menimbulkan kesan Adrenaline Rush bagi
pengemudi. Melihat hal ini bagaimana BMW dengan bahan – bahan atau Raw
Materials mempertahankan image merek mereka di tengah – tengah konsumennya atau
calon konsumennya. Produk BMW selalu ditampilkan dengan bahan – bahan
berkualitas.
Pelayanan
Pelayanan di sini adalah bagaimana setiap sumber
daya manusia yang bekerja di bawah bendera BMW harus mampu untuk memberikan
segala upaya, kemampuan secara profesional untuk memberikan bentuk pelayanan
baik informasi, konsultasi terhadap konsumen BMW. Sebagai contoh pada SDM di
divisi pemasaran harus mampu memberikan informasi yang jelas dan detil terhadap
konsumen sehingga konsumen mengetahui serta mendapatkan jawaban yang mereka
inginkan tentang produk yang mereka inginkan. Begitu juga dengan divisi yang
mengurusi masalah after sales service harus mampu memberikan arahan agar
konsumen mengerti bagaimana merawat produk yang mereka beli dari BMW. Contoh –
contoh di atas merupakan suatu bentuk bagaimana idealnya bagi BMW untuk
memberikan pelayanan yang prima terhadap segementasi pasarnya.
Promosi
Jaringan produksi BMW
Group menampilkan kekuatan khusus di situ baru bilamana perusahaan berencana
memperkenal model kendaraan baru. BMW sangat cerdas menghubungkan pengetahuan
melampaui batas-batas produksinya serta komitmen yang tinggi, tanggung jawab,
dan identifikasi karyawan BMW memungkinkan produksi selesai mulai tepat waktu
dengan kualitas produknya yang tinggi.
Promosi adalah
bagian dari strategi pemasaran. Namun bentuk kemasan seperti apa yang menjadi
daya tarik dari segmentasi pasar BMW. Program – program peluncuran perdana satu
produk atau rencana peluncuran produk – produk terbaru dari BMW harus mampu
dikemas dalam bentuk yang sangat ekslusif, artistik, dan menarik. Ekslusif
disebabkan karena segmentasi pasar BMW yang kalangan atas. Artistik dengan
tidak pernah melupakan unsur seni dan keindahan serta harmonisasi dalam produk
BMW. Menarik di sini adalah harus mampu melihat situasi dan kondisi yang
beredar di masyarakat. Entah apakah itu turnamen olahraga atau kondisi lainnya
harus mampu dimanfaatkan oleh BMW sesuai dengan imagenya.
Harga
produk
BMW idealnya harus mampu menghasilkan produk di
tiap kelas kendaraan. Namun beberapa kelas tidak dimiliki oleh BMW, sepertinya
BMW tetap hanya ingin mempertahankan bentuk dan kelas sedan sebagai Backbone
produknya. Namun dengan adanya produk kendaraan yang dirakit di Indonesia
(Completely Knock Diassembling /CKD) idealnya BMW mampu menurunkan harga jual
kendaraan pada kelas – kelas produk yang mengalami perakitan melalui CKD. Sehingga
dengan turunnya harga tersebut membuat segmentasi pasar atau konsumen BMW
menjadi lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Sampai saat ini, BMW adalah perusahaan otomotif yang paling
berkelanjutan untuk delapan tahun berturut-turut yang diterbitkan oleh
RobecoSAM AG untuk Dow Jones Sustainability Indexes (DJSI). Nilai positif dalam
Dow Jones Sustainability Index menandai kesempatan kedua dalam seminggu bahwa
perusahaan ini telah diakui untuk komitmennya terhadap kelestarian. BMW Group
juga tercatat sebagai Pemimpin Sektor dalam 500 Index Global Leadership yang
diterbitkan oleh Carbon Disclosure Project (CDP), mencapai nilai terbaik
sepanjang masa.
Namun, ada hal yang harus diperhatikan oleh BMW untuk kelangsungan
perusahaan ini di masa depan. Strategi diferensiasi yang digunakan BMW bukan
tidak mungkin memiliki kelemahan,
apalagi mengingat keunikan produk harus tetap dijaga. Tentu saja biaya yang
dikeluarkan untuk menghasilkan produk-produk yang unik dan tidak mudah ditiru
sangatlah banyak. Perusahaan ini harus selalu memberikan inovasi-inovasi
terbaru yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan pelayanan yang memuaskan
konsumennya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar